World Rabbit Day

Kelinci merupakan hewan herbivora non-ruminan yang memiliki sistem pencernaan monogastrik dalam perkembangan sekum seperti ruminansia, sehingga kelinci disebut pseudo-ruminansia (Cheeke et al., 1982).

Pada mulanya kelinci diklasifikasikan dalam ordo rodensia (binatang mengerat) yang bergigi seri empat, tetapi akhirnya dimasukkan dalam ordo logomorpha karena bergigi seri enam (Cheeke et al., 1987).

Kelinci mempunyai sifat coprophagy yaitu aktifitas memakan kembali feses yang lunak hasil fermentasi dalam tubuh menjadi zat-zat makanan yang mudah dicerna dan memiliki kandungan nutrisi yang tinggi (Adi et al., 2016).

Sifat Coprophagy biasanya terjadi pada malam atau pagi hari berikutnya. Sifat tersebut memungkinkan kelinci memanfaatkan secara penuh pencernaan bakteri disaluran bagian bawah, yaitu mengkonversi protein asal hijauan menjadi protein bakteri berkualitas tinggi, mensintesis vitamin B dan memecahkan selulose atau serat menjadi energi yang berguna (Blakely dan Bade, 1991).

Kelinci dikelompokkan berdasarkan tujuan pemeliharaannya, yaitu untuk menghasilkan daging, kulit-rambut (fur) atau sebagai kelinci hias, ada juga yang bertujuan ganda. Kelinci dengan berbagai ragamnya menghasilkan lima jenis produk yang dapat dimanfaatkan yaitu daging (food), kulit-rambut (fur), kelinci hias (fancy), pupuk (fertilyzer) dan hewan percobaan (laboratory animal) (Raharjo, 2005).

Manure atau kotoran kelinci, termasuk urinenya dikenal memiliki mutu tinggi sebagai pupuk organik (Sopiah, 2013).

Perbedaan Kelinci dan Terwelu menurut Busono dan Dini (2015).

Kelinci Terwelu
Ukuran telinga lebih pendek dari kepala Ukuran telinga lebih panjang dari kepala
Suka melompat dan lari Suka berjalan di lapangan terbuka
Telah lama didomestikasi Masih belum didomestikasi
Kelinci melahirkan anaknya di sarang di bawah tanah, dimana anaknya masih buta, tidak berbulu dan belum mendengar Terwelu melahirkan anaknya di sarang rata pada padang rumput, dimana anaknya telah berbulu, dengan mata terbuka dan dapat mendengar
Kehamilan berlangsung 31 hari Kehamilan berlangsung 42 hari
Penanda kromosom: 44 Penanda kromosom: 42

Kaki belakang kelinci berkembang lebih baik, terdiri dar paha, betis dan telapak kaki dan mempunyai 4 jari yang berkembang sempurna. Kaki depan terdiri dari lengan atas lengan bawah dan telapak tangan dengan 5 jari (Sumadi et al., 2013).

 

Referensi

Adi P. W. Y. Supratman R. H dan Wiradimadja. 2016. Pengaruh Tingkat Serat Kasar Dalam Ransum Pelet Terhadap Imbangan Efisiensi Protein Pada Kelinci Rex. Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran.

Blakely J dan Bade D. H. 1991. Ilmu Peternakan Ed. Ke-4. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Cheeke P. R. Patton N. M dan Templeton G. S. 1982. Rabbit Production. The Interstate Printer and Publisher. Inc.Denville. Illinois.

Cheeke P. R. Patton N. M. Lukefahr S. D dan McNitt J. L. 1987. Rabbit Production. 6th Edition. The Interstate Printers and Publisher Inc. Danvile. Illinois.

Busono E dan Dini M. 2015. Mengenal Berbagai Jenis Kelinci Yang Populer di Indonesia. Bandung: Koperasi Nukita.

Raharjo Y. C. 2005. Prospek, peluang dan tantangan agribisnis ternak kelinci. Lokakarya nasional potensi dan pengembangan usaha kelinci. Balai Penelitian Ternak, Bogor.

Sopiah A. D. 2013. Seri Life Skill: Beternak Kelinci. Jakarta: PT. Musi Perkasa Utama.

Sumadi. Rasidan S. Rachman B dan Ramdani D. 2013. Ulasan Artikel: Gambaran Histopatologik Hewan Percobaan Kelinci (Oryctolagus cuniculus). Unit Hewan Percobaan dan Limbah Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan, Gunungsindur, Bogor, 16340. Vol. 19, p. 53-60.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *