Pengabdian Masyarakat PB PDHI, Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan, dan IMAKAHI

 

Rabies atau juga sering dikenal dengan penyakit anjing gila merupakan penyakit infeksius akut yang menyerang susunan saraf pusat disebabkan oleh virus rabies. Penyakit ini merupakan kelompok penyakit zoonosa (zoonosis) yaitu penyakit yang dapat ditularkan oleh hewan ke manusia melalui pajanan atau gigitan hewan. Rabies tidak hanya menyerang pada anjing dan kucing saja, tetapi juga dapat meyerang hewan mamalia lain seperti musang, kera, sapi, kambing dan hewan berdarah panas lainnya.

Sebanyak 29 mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan dari Universitas di seluruh Indonesia yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Kedokteran Hewan Indonesia (IMAKAHI) mengikuti kegiatan Pengabdian Masyarakat Vaksinasi Massal Rabies pada hewan mamalia terutama pada anjing dan kucing di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Daerah ini termasuk dalam zona merah penyebaran virus rabies.

Kegiatan vaksinasi rabies massal ini gratis dan rutin dilakukan setiap tahunnya untuk menekan angka penderita rabies di daerah Banjarbaru. Rangkaian kegiatan ini dilaksanakan selama empat hari, terhitung sejak tanggal 16 Juli sampai 19 Juli 2019. Acara dibuka pada malam hari, tanggal 16 Juli 2019 oleh perwakilan dari Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan dan Kepala Balai Veteriner Banjarbaru. Pada hari kedua, tanggal 17 Juli 2019, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi pertama yaitu “Penyakit Rabies, Situasi Rabies di Kalimantan Selatan dan Sekilas mengenai pelaporan Isikhnas” oleh perwakilan dari Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan. Penyampaian materi kedua yaitu tentang ”Latar Belakang Kota Banjarbaru, Kasus Rabies di Kota Banjarbaru, dan Tata Laksana Kasus Gigitan” disampaikan oleh perwakilan dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, Dan Peternakan Kota Banjarbaru. Dilanjutkan langsung pemberian materi ketiga mengenai “Vaksin, Tata Laksana Vaksinasi, APD, dan Rantai Dingin” yang disampaikan oleh perwakilan dari Balai Veteriner Kota Banjarbaru. Pemberian materi ini penting disampaikan untuk memberikan pemahaman kepada teman-teman mahasiswa sebelum melaksanakan kegiatan vaksinasi di lapangan.

Setelah pemaparan materi, para mahasiswa dibagi menjadi dua kelompok besar ke Klinik drh. M. Akbar S. Dan drh. Rina Parlina untuk melaksanakan kegiatan vaksinasi dan pelayanan kesehatan hewan khususnya hewan piaraan. Antusias tinggi datang dari para pemilik hewan yang membawa hewan kesayangannya ke klinik lokasi vaksinasi massal, sehingga kegiatan vaksinasi ini dilaksanakan sampai larut malam. Tercatat 78 ekor kucing dan 18 ekor anjing dilakukan pemberian vaksin rabies di Klinik drh. M. Akbar S. Dan sebanyak 16 ekor kucing diberi vaksin rabies di Klinik drh. Rina Parlina.

 

 

 

 

 

Kegiatan vaksinasi rabies massal dilanjutkan pada 18 Juli 2019 sejak pagi. Para mahasiswa didampingi oleh medik dan paramedik veteriner yang dibagi menjadi empat kelompok. Kelompok-kelompok tersebut melakukan vaksinasi dari rumah ke rumah “(door to door)” di empat kelurahan berbeda, yaitu kelurahan Loktabat Selatan, kelurahan Guntung Paikat, kelurahan Kemuning, dan Sungai Besar. Masyarakat sangat terbuka dan terlihat sangat antusias dengan adanya kegiatan vaksinasi rabies massal yang dilakukan oleh PDHI Cabang Kalsel bekerjasama dengan PB PDHI, Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan, DKP3 Kota Banjarbaru, dan IMAKAHI. Selain itu pemberian informasi dan edukasi terkait dengan rabies juga dilakukan oleh para mahasiswa dan dokter hewan yang mendampingi. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk menekan angka rabies di dareah Banjarbaru, yang dalam kurun waktu dua tahun terakhir terlihat adanya peningkatan kasus rabies. Masyarakat juga diharapkan dapat membantu menekan kasus rabies, dengan melakukan pelaporan segera setelah mengetahui gejala klinis yang mengarah pada kasus rabies segera kepada dokter hewan berwenang.

Alhasil, setelah berkeliling melakukan vaksinasi sebanyak 323 ekor kucing dan 40 ekor anjing berhasil diberikan vaksin rabies. Hewan yang telah divaksinasi diberi kartu vaksin dan pemilik hewan diharapkan untuk melakukan vaksinasi kembali setahun kemudian pada anjing maupun kucingnya.

        Acara Pengabdian Masyarakat Vaksinasi Rabies Massal diakhiri pada tanggal 19 Juli 2019 dengan pemberian sertifikat dan kenang-kenangan dari PB PDHI dan IMAKAHI kepada Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan, DKP3 Kota Banjarbaru, dan Balai Veteriner Kota Bajarbaru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *