Brownis VetPreneur: Agus Krisdiyantoro

1. Bagaimana profil usaha peternakan kak agus?
Didirikan di Sumbawa dan dirintis sejak tahun 2003, usaha peternakan saya dan orangtua ini dimulai dari ayam potong hingga setahun kemudian beralih menjadi ayam pejantan hingga tahun 2011, dan pada tahun 2011 lalu kebetulan orang tua saya menjadi pemasok utama pasar ayam pejantan di Sumbawa, disana sendiri peminat ayam pejantan memang banyak karena lebih murah dan cara menghitungnya untuk dipasarkan pun per ekor bukan perkilo,oleh karena itu usaha ayam pejantan saya bisa bertahan agak lama. Tetapi kemudian semenjak tahun 2011 hingga sekarang telah beralih kembali menjadi ayam potong. Peternakan ayam potong saya ini termasuk usaha peternak mandiri yang bernama UD. Ridau yang saya jalankan bersama orangtua, dan saya sendiri memang belum mengambil alih sepenuhnya peternakan ini karena memang masih kuliah dan ingin mendapatkan ilmu sebanyak-banyaknya yang nantinya bisa berguna dalam menjalankan usaha ternak ayam ini.

2. Bagaimana kak Agus memulai usaha ini?
Pada awalnya keluarga ayah saya memang sudah menetap di Sumbawa sejak tahun 1995 dan ayah saya juga mengenyam bangku SMP disana, keluarga ayah juga banyak yang merintis usaha ternak ayam dari sebelum tahun 1995 hingga mengalami outbreak virus AI sehingga harus vakum selama 2 tahun. Akibat di Phk oleh perusahaan tempat ayah bekerja, ayah saya memutuskan untuk merantau ke Sumbawa dan berbekal pengetahuan mengenai situasi lapangan di Sumbawa oleh itu ayah saya memutuskan untuk mendirikan usaha peternak mandiri karena memang lebih sedikit saingannya ,hingga sekarang telah berubah menjadi ayam potong

3. Darimana datangnya motivasi atau hal yang mendorong kak Agus untuk memulai peternakan ini?
Motivasi saya untuk ikut terjun dan merintis usaha bareng orang tua ini, kurang lebih sama dengan alasan saya masuk FKH. Di sumbawa sendiri dokter hewan masih sedikit dan disana itu dalam menangani atau mengobati ternak atau hewan peliharaan itu masi mengadalkan ‘’omongan orang’’ dan tidak tahu dasar ilmunya atau teorinya seperti apa, sehingga hasilnya itu terkadang zonk dan malah merugikan peternak tersebut. Nahh kebetulan juga pekerjaan orang tua juga berkecimpung di bidang peternakan juga dan saya ingin ilmu yang saya dapatkan bisa berguna dan membantu usaha orang tua, jadi kenapa tidak saya juga terjun di usaha ini dan insyaallah setelah lulus nanti saya akan lanjutkan tongkat estafet usaha dari orang tua saya. Sampai detik ini ketika saya disuruh memilih saat lulus nanti terjun ke bidang peternakan besar, buka klinik atau lainnya, saya lebih memilih peternakan ayam, kenapa? Karena putaran modalnya itu cepat, sekitar 35 hari sudah panen, juga jika kalian memilih untuk membuka peternakan ayam di luar jawa ,inyaallah usaha ternak ayam itu sangat menguntungkan karena untuk usaha peternakan mandiri sendiri kurang berkembang di jawa

5. Bagaimana kak Agus memasarkan usaha ini?
Sebenarnya kalau di Sumbawa sendiri jenis pemasarannya masih konvensional dan ketinggalan jaman hehe, sehingga pemasaran dari peternakan kakak ini masih menggunakan relasi keluarga atau teman juga. Tapi kelebihan dari pemasaran cara konvesional ini ,para peternak mandiri sudah mempunyai pasar sendiri jadi atara peternak, penangkap dan pemotong seakan tidak ada gesekan, karena antar peternak sudah memiliki jadwal masing- masing kapan hasil ternaknya dapat diambil dan di proses untuk diolah. Kebetulan juga atara peternak dan penangkap ini masi saudara sendiri, sehingga dalam pemasarannya gampang

6. Kalau boleh tau berapa modal awal kak Agus dalam memulai usaha ini?
Usaha peternakan ini kan, kakak jalankan bareng orang tua sekarang, oleh karena itu saya tidak begitu mengeluarkan modal awal untuk menjalankan usaha ini karena memang orang tua yang merintis, selama ini saya masih ikut membantu dalam kandangnya dan juga membantu mengontrol kesehatan ternak ayamnya, untuk mengambil usaha ternak secara penuh ini belum bisa saya lakukan, karena saya masi kuliah dan hanya bisa memonitor peternakan ini dari jauh.

7. Pernah tidak dalam menjalankan peternakan ini mengalami pasang surut, lalu bagaimana cara mengatasinya kak?
Kalau dulu dari jaman usaha ternak ayam potong yang pertama kali, itu masih enak karena dengan modal yang kecil sekitar 13 ribu saja bisa digunakan untuk biaya pakan, bibit, dan operasional dan bisa menghasilkan hasil yang memuaskan karena memang tahun segitu saingan peternak ayam potong masi sedikit dan peminatnya lumayan banyak . Sebenarnya pasang surut yang benar-benar saya rasakan itu terjadi 4 tahun ini, karena :1. Harga bibit dan pakan sekarang mahal karena entah kenapa harga pakan tiap bulannya sekarang selalu naik, 2. Selain mahal bibit DOC ini susah carinya. 3.karena jenis usaha saya dan orangtua saya ini mandiri, makanya untuk modal semua dari uang pribadi tanpa campur tangan perusahaan, perusahaan ini tidak mau memodali usaha mandiri karena memang mereka sedang gencarnya mengembangkan jenis usaha kemitraan , mereka beralasan bahwa efisiensi biaya produksi lebih kecil kalau kita menggunakan kandang closed house dan peralatan modern dibandingkan kandang open house yang konvensional, untuk solusinya sih menurutku antara usaha mandiri dan kemitraan masing-masing dibuat range harga khusus, juga kalau bisa target market antara usaha ternak mandiri dan kemitraan dapat dibedakan agar saingannya tidak berada pada pasar yang sama

8. Bagaimana cara kak Agus memanajemen waktu dalam menjalani usaha peternakan ini?
kalau saat kuliah yang saya lakukan adalah memonitoring peternakan saya via telpon dengan ayah saya untuk mengecek bagaimana kondisi kandang disana, juga ketika ada waktu luang atau saat aku sedang mampir di suatu kota, aku sempatkan untuk mampir ke peternak-peternak ayam sekitar untuk sekedar sharing tentang peternakan mereka. Saya juga sering membantu mencarikan obat dengan cara tanya-tanya ke alumni KMPV Ubur juga diskusi ke dosen bidang peternakan. Sebenarnya kalau dibilang keteteran dalam memanajemen waktu sih engga ya karena saat kuliah ya saya fokus kuliah saja dan beberapa kali memonitoring via telpon tadi, justru saya yang paling sibuk saat liburan, karena hampir sepanjang hari, saya habiskan untuk mengurus kandang

9. Suka duka dalam menjalankan usaha ini gimana kak?
Suka dukanya sendiri dalam segi usaha dari aku belom begitu kerasa ya, karena mungkin saya belom memegang kendali penuh atas peternakan ini, tapi ya terkadang saya merasakan kok makin hari usaha peternakan itu makin berat khususnya peternak mandiri dengan kenaikan harga doc dan pakan yang terus terjadi

10. Kalau boleh tau sampai sekarang apa aja keuntungan yang kak Agus sudah dapatkan saat menjalani usaha kakak?
Karena saya menjadi saksi bisu dirintisnya suatu usaha yang bener-bener dimulai dari nol dan bermodal nekat, saya menjadi tau bagaimana cara merintis usaha selain itu dengan seringnya saya berkecimpung di kandang, saya menjadi tau tentang beberapa penyakit dan gejala yang sering timbul pada ternak, lebih mengetahui cara pengobatannya, juga mengetahui manajemen perkandangan yang baik itu gimana. Karena kasarannya teori dan lapangan itu berbeda jadi ilmu yang didapatkan saat kuliah ini bisa di kombinasi dengan keadaan lapangan yang pernah saya alami . oh ya untuk keuntungan berupa nominal gitu, saya kurang bisa menjawab karena bagi para peternak mandiri keuntungan setiap periode itu tidak tentu, banyak faktor yang mempengaruhi contohnya faktor modal dan BEP, kesehatan dan Physical Appearance ayam, juga tinggi rendahnya FCR. Keutungan yang didapat pada periode sebelumnya juga sering digunakan untuk menutupi kerugian periode selanjutnya

11. Terakhir nih, kak Agus punya motivasi atau petuah gitu bagi pembaca dalam memulai atau yang sedang menjalani usaha?
Bagi yang mau merintis usaha nih yang penting jangan takut untuk memulai! Masalah untung dan rugi dalam usaha itu memang pasti terjadi, jangan terlalu memikirkan untung terus, kalau kamu mau untung ya jadi pegawai negeri aja hehe,yang penting berani. Selain itu sebelum kita mau membuka usaha alangkah baiknya kalo kita sudah berbekal informasi dan ilmu yang matang, jangan gegabah dan langsung terjun ke lapangan. Sering – sering juga konsultasi ke orang lain mengenai usaha yang akan kamu rintis. Oh yah hal ini juga berlaku bagi anak yang lagi ada danusan atau emang inisiatif mereka sendiri untuk berjualan dikampus, ngapain kita malu apalagi gengsi kalau tekad kita emang membantu orang lain atau orangtua, jangan peduliin omongan orang lain, toh kita juga ga melakukan kejahatan apapun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *