IVSA Schoalrship Grant Awardee Profile: Annisa Rachma Damayanty

IVSA Scholarship Grant merupakan salah satu program yang berada dibawah naungan IVSA DAD (Development Aid Director) yang bertujuan untuk memberikan bantuan dana untuk magang atau internship bagi seluruh anggota IVSA.

Annisa Rachma Damayanty yang kini tengah menempuh program koasistensi dari Universitas Gadjah Mada merupakan salah satu dari tiga penerima Scholarship Grant pada periode 2018, kali ini ia akan membagikan ceritanya saat bersaing dengan pendaftar dari seluruh dunia.

 

Bagaimana kak Nisa mengetahui informasi tentang IVSA Grant?

 

Aku cari tahu sendiri, karena aku memang scholarship hunter. Dari awal kuliah sudah pengen go abroad tanpa membebani orang tua. Pertama kali daftar di tahun 2016 lihat dari web official IVSA dan IVSA DAD.

 

IVSA Scholarship Grant ini Kak Nisa apply magang ke mana dan alasan memilih di tempat itu?

 

Aku memilih untuk magang ke Seoul National University, Korea Selatan. Karena menurutku budget kurang lebih 16 juta jika digunakan keluar Asia tidak akan cukup untuk menutup seluruh living cost. Selain itu aku punya kenalan juga dari Seoul National University, jadi berharap disana bisa dibantu.

 

Sebelum keterima IVSA Scholarship Grant apakah kak Nisa pernah gagal?

 

Pernah gagal sekitar 3-4 kali. Pertama daftar ke Universitas Putra Malaysia (UPM) tapi nggak diterima, cara mengatasinya yaitu belajar dari kesalahan dan memperbaikinya. Aku malah senang gagal karena dari situ aku bisa berproses dan berkembang jadi lebih baik lagi. Sebelumnya aku pernah ditolak juga di acara dari International Federation Medical Student Association, dan dari situ ada beberapa pertanyaan yang membuat aku berkembang, dan dengan menjawab pertanyaan itu lalu aku jadi tahu akan kesalahanku.

 

Apa saja berkas yang dipersiapkan untuk IVSA Scholarship Grant yang lalu  dan bagaimana cara mengajukannya ke pihak fakultas?

 

Berkas yang dibutuhkan ada 4, yaitu Motivation Letter, Draft of Budget dan Recommendation Letter dari dekan dan satu dosen lain. Berkas harus di cap dengan cap resmi. Untuk Draft of Budget, aku buat nggak terlalu detail banget. Draft of budget boleh digabung dengan Motivation Letter dan boleh dipisah, dan jangan lupa untuk dikonversikan ke euro. Sistemnya reimburse, jadi nota-nota penting harus selalu disimpan.

Cara mengajukan Recommendation Letter juga cukup membuat janji dengan dosen yang bersangkutan dan mengkonfirmasi apakah beliau bersedia untuk membuatkan Recommendation Letter.

 

Bersaing dengan mahasiswa kedokteran hewan sedunia, apa yang membuat Kak Nisa rasa bisa membuat Kak Nisa terpilih?

 

Menurutku kuncinya ada di Motivation Letter. Di sana kita menceritakan alasan kenapa kita apply, dan memang lebih baik lagi jika sudah mempunyai tujuan yang ingin dikunjungi karena akan mendukung kenapa kita memilih tempat itu. Selain itu, kita juga bisa menuliskan track record, prestasi, kelebihan, pengalaman organisasi, serta achievements paling besar yang pernah kita dapatkan.

Bagi yang bukan pengurus IVSA, nggak perlu berkecil hati kalau kalian merasa hanya anggota, karena terbukti aku bisa lolos. Ceritakan saja kegiatan kalian yang bermanfaat bagi orang banyak, misalnya menjadi asistan laboratorium, kontribusi kalian di masyarakat, atau kegiatan-kegiatan lain. Tetapi untuk pengurus IVSA mungkin bisa memperbesar untuk diterima, ceritakan saja kegiatan apa saja yang sudah kalian lakukan selama di IVSA.

 

Apa saja sih tips and trick dari Kak Nisa untuk tema- teman?

 

Menurutku yang pertama adalah kalian harus punya tujuan yang jelas mau jadi dokter hewan apa dan punya impian yang tinggi kedepannya. Karena nggak mungkin interviewer memilih yang biasa-biasa saja. Misalnya aku pengen jadi expert surgeon di klinik dan ingin belajar bedah ke luar negeri. Jangan cuma pengen jadi dokter hewan yang handal karena itu sudah mainstream. Sebutkan saja yang lebih spesifik, misalnya kalian ingin mrnjadi peneliti, bekerja di konservasi atau ingin fokus ke hewan besar.

 

Terakhir, ada pesan penyemangat untuk teman-teman yang mau mencoba mendaftar IVSA Scholarship Grant?

 

Pesanku adalah bahwa kamu nggak akan pernah tau seberapa batas kemampuanmu sampai kamu mencoba. Kalau dari awal sudah takut, kamu sudah gagal. Sedangkan kegagalan itu bukan akhir dari segalanya, malah itu bisa menjadi proses untuk kamu lebih mengembangkan dirimu dan tau kesalahanmu. Jadi kamu lebih tau dan mengenal potensi dirimu untuk mewujudkan apa yang kamu inginkan. Yang jelas harus selalu semangat!

 

Written and Edited by:

Maria Angelica Maryatmo (Public Relation Team)

Maury Pangestu (Public Relation Team)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *