Harapan Menuju Swasembada – Departemen Kajian Strategis

System peternakan di Indonesia masih belum cukup untuk mencapai kata “swasembada”. Menurut data stastitika perkembangan kuota daging sapi untuk sampai ke konsumen masih relative sama dari beberapa tahun belakangan. Artinya belum ada suatu gebrakan yang tepat dan efisien dalam mengatasi masalah swasembada daging merah.
Sistem sebenernya sudah ada yang akan direalisasikan oleh stake holder atau para pemangku jabatan, namun sayang sekali sering menimbulkan gejolak kontroversi yang dimana itu sering kali mengarah kepada suatu hal yang beresiko tinggi.
Sekitar dua minggu yang lalu baru saja pemerintah melakukan suatu kebijakan yang cukup “berani”, karena mengimpor daging kerbau dari Negara yang masih belum dinyatakan bebas dari virus Penyakit Mulut dan Kuku atau PMK yang tentu saja hal ini sangat beresiko mengingat Negara kita, Indonesia sudah berhasil dari virus tersebut (PMK).
Sistem manajemen ternak di Indonesia sendiri masih “kolot” karena menganggap binatang ternak/sapi itu adalah harta karun yang akan dijual ketika ada keperluan mendadak saja, seperti ketika anak mau masuk sekolah dll. Harapannya pemerintah lebih giat lagi dalam melakukan penyuluhan dan pelatihan kepada peternak lokal, sehingga para peternak lokal dapat mengadopsi system yang lebih baik lagi dan dapat berkontribusi secara yang nyata dan signifikan dalam pencapaian kata “swasembada”.
Meksiko pada tahun 1990-an masih mengimpor daging sapi karena kurangnya pasokan daging di Negara tersebut, namun itu tidak dalam jangka waktu yang lama, hanya butuh sekitar 10 tahun saja Negara tersebut sudah mampu untuk melakukan ekspor daging ke Negara lain, termasuk ke Indonesia (masih mengatur kebijakan) yang tidak lama lagi mungkin akan menerima daging dari Meksiko.
System yang diambil oleh Negara Meksiko sendiri ternyata adalah banyaknya BBPTU (Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul) yang ada di Negara tersebut, sehingga dagung olahan yang diproduksi oleh Negara tersebut cukup untuk memenuhi permintaan pasokan daging, bahkan sampai melakukan ekspor, jadi seharusnya kita bisa meniru sistem mereka yang hanya membutuhkan waktu 10 tahunan untuk swasembada.
Mari berdoa semoga saja para pemegang jabatan yang telah disumpah dapat melaksanakan tugasnya dengan sungguh-sungguh sehingga permasalah yang sudah berakar dapat diatasi dengan cepat, tepat, dan sigap. AMIN YRA.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *