Vetpreneur: Find Your Passion, Follow Your Heart

Elita Kerudung: Wirausaha Sukses Seorang Alumni Kedokteran Hewan 

Berawal dari sekedar berjualan di Sunmor UGM tahun 2012 bersama dua rekannya, S Elita Barbara atau biasa disapa El, Elita, atau Barbi ini akhirnya bisa memiliki toko sendiri. Cita citanya sangatlah sederhana kala itu, mbak Elita ingin punya brand.

Alasan mbak El memilih kerudung dibanding produk lain untuk dijual adalah, “Ya karena saya pakai” ujarnya. Selain itu, mbak Elita juga tergabung dalam Hijabers Community sehingga akan sangat mudah memasarkan kerudungnya kepada teman teman dari komunitasnya.

Pada awalnya mbak El merupakan sosok yang pemalu, masa kuliahnya pun hanya kuliah-pulang saja, hingga suatu ketika terpilih menjadi Asisten Laboratorium Makroanatomi, kepercayaan dirinya meningkat drastis, sehingga berani bergabung dengan komunitas komunitas.

Alumni Fakultas Kedokteran Hewan UGM  tahun 2009 ini juga menawarkan produknya secara online melalui beberapa sosial media seperti instagram, line, whatsapp, dan aplikasi lainnya. Outlet pertamanya berada di Jalan Kaliurang Km 4,5 Sleman, Yogyakarta. Elita Kerudung Team terdiri dari 25 orang baik manajer, photographer, model, dan lain lain.

Awalnya orangtua mbak El tidak mengizinkan mbak El untuk berjualan ketika kuliah, karena mbak El disekolahkan di Jogja jauh jauh dari Kediri untuk belajar, bukan untuk berjualan. Namun tekad mbak El tetap kuat, walaupun sempat berhenti total tahun 2013 karena mendapat nilai C, mbak El merasa bersalah kepada kedua orangtuanya karena telah mengecewakan mereka. Akhirnya Mbak El kembali lagi ke Elita Kerudung tahun 2014, kala itu beliau mengalami masa kosong ketika Koas sehingga memunculkan kembali niatan untuk berjualan.  Masa masa berat lainnya juga dialami ketika mengalami pengusiran oleh pemilik kos, mbak El mempekerjakan ibu ibu sekitar kosnya untuk merawis kerudung, namun pemilik kos tidak menghendaki kosnya digunakan untuk berbisnis dan banyak orang keluar-masuk kosnya. Selain itu, berbagai penipuan baik dari customer, partner atau bahkan karyawan sendiri pun pernah dirasakan, dari mulai kerugian ratusan ribu, bahkan ratusan juta sekalipun. Namun mbak El mampu menyikapinya dengan baik, “Kalau bisa diselesaikan ya segera, kalau memang sudah mentok tidak bisa diselesaikan yasudah pelan pelan diikhlaskan dianggap saja sedekah” ujarnya.

“Halangan dan rintangan itu saya jadikan motivasi untuk selanjutnya harus lebih baik. Semua itu tergantung kita mau menyikapinya bagaimana. Kalau punya mimpi, lakukan sekarang, jangan besok, jangan nanti nanti. Kalau sudah ada keinginan, tekad yang kuat, ya tinggal action” ujarnya kepada kami.

Jadi, Pejuang Veteriner, dokter hewan juga bisa berwirausaha dengan sukses! Contohnya mbak El yang mampu menjalankan bisnisnya, bahkan ketika masih berstatus mahasiswi. Seperti yang beliau bilang, kalau sudah ada keinginan, yang kamu perlukan hanyalah tindakan untuk mewujudkannya.

Ditulis oleh: Tazkiatun Nafsi El H, Universitas Gadjah Mada Angkatan 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *